Langsung ke konten utama

Postingan

GURU (BUKAN) PAHLAWAN TANPA TANDA JASA?

Masihkah relevan sebuah slogan yang menyebutkan "Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa" atau mungkin masih banyak diantara kita misintrepretasi slogan ini.  Sebelumnya apa yang kita pahami arti seorang guru?  Sederhananya guru adalah seorang pengajar yang mentransfer ilmunya kepada anak didiknya. Namun ada juga yang mendefinisikan bahwa guru itu "digugu lan ditiru" (dipercaya dan diikuti).  Faktanya dewasa ini tidak semua guru dapat dipercaya dan ditauladani. Tidak sedikit guru yang cacat moral dan spiritual seiring dengan perkembangan zaman, teknologi dan informasi dimana guru kita dengan mudahnya terekspos pada hal negatif di dunia maya yang dapat membentuk pribadinya. Karena tidak hanya anak didik kita yang "vulnerable" atas perkembangan zaman, termasuk juga guru didalamnya.  Tidak semua yang menjadi guru karena atas dasar panggilan hati dan jiwanya.  Berdasarkan konteks yang saya pahami guru terbagi menjadi tiga dilihat da...

Renungan Maulid Nabi Muhammad SAW

Ya Nabi Keselamatan atas engkau Wahai sang utusan Keselamatan atas engkau Wahai sang kekasih Allah Keselamatan atas engkau Aku tertunduk malu atas kesombongan diri Yang lalai dan lelah mengikuti jejakmu Acapkali merasa berat dan penat Tak jarang merasa hebat dan kuat Atas apa yang Dia titipkan Hanya sekedar titipan! Harga diri dibeli demi sebuah citra diri Haus akan Jabatan dan kekuasaan Yang hakekatnya hanyalah fatamorgana Kami berlomba mengejar dunia! Ya Nabi Engkau terpuji bukan karena duniawi Engkau disegani bukan karena gengsi Engkau hadir membawa tauladan Al-Amin gelar yang disematkan Ya Nabi Engkau maksum namun tak lepas mohon ampun Engkau tak ujub tak pernah berhenti sujud Kami yang tak seberapa bahkan bermandi dosa Seringkali menunda bahkan lupa akan-Nya Akan perintah-Nya Akan larangan-Nya Betapa ringannya kami melangkah untuk kemaksiatan Sangat berat untuk kemaslahatan serta kebaikan Siapakah sebenarnya kami? Manusiakah? A...

LAILY FITRY : ISLAM YANG MALAS

"Islam yang Malas" by Laily Fitry  Ini thread berisi renungan saya tentang ekspresi keislaman Indonesia akhir-akhir ini. Terutama menyangkut kasus bendera hitam & kematian PMI Tuti Tursilawati di tangan Saudi Arabia. Apa itu Islam yang Malas/Islam Pemalas? Islam Pemalas adalah cara ber-Islam yang dilakukan oleh sebagian Muslim dg berlandaskan kepada garis perbedaan konfliktual antara 'kita' & 'mereka'. Terdapat beberapa ciri-ciri Islam Pemalas, diantaranya: 1. Ekspresi keIslaman yang hanya ditampakkan dalam praktek fiqh saja, namun melupakan praktek etisnya. Contoh, memelihara janggut dengan alasan sunnah namun kendor dalam menyuarakan keadilan sosial bagi semua. 2. Ekspresi keIslaman yang hanya muncul dalam simbolisasi namun absen dalam pembangunan makna yang substantif. Contoh, 'hijrah' yang hanya dimaknai sebagai mengonsumsi produk 'halal' & berpakaian 'syar'i' namun terlupakan makna asal ...

'Kitab' Sutasoma, Asal Muasal 'Bhinneka Tunggal Ika'

Kakawin Sutasoma - Indonesia Space Research Mungkin masih banyak di antara kita yang belum mengenal betul asal muasal Bhinneka Tunggal Ika, sebuah slogan yang fenomenal dan selalu menjadi rujukan serta pengingat kita untuk tetap bersatu dalam keberagaman bangsa ini. Dalam artikel kali ini, saya telah mengutip dari berbagai referensi yang mengupas tentang Asal Muasal Bhinneka Tunggal Ika. Enjoy Reading Everyone...! Indonesia punya semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' yang memiliki arti 'berbeda-beda tetapi tetap satu'. Semboyan itu menjadi moto bangsa Indonesia yang melambangkan persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Sebenarnya frasa 'Bhinneka Tunggal Ika' telah tercipta jauh sebelum Indonesia merdeka. Bahkan penciptanya pun bukan seorang pejuang kemerdekaan. 'Bhinneka Tunggal Ika' adalah sebuah frasa yang terdapat dalam Kakawin Sutasoma. Kakawin sendiri berarti syair dengan bahasa Jawa kuno. Kakawin Sutasoma merupakan karangan Mpu T...

Asal Muasal Suku Tengger: Permata Sejarah Tanah Majapahit

Siapa yang tidak kenal dengan Suku Tengger? Kalau kita mulai mendengar Suku Tengger pastinya tidak pernah lepas dari eksotika Gunung Bromo. Gunung Bromo merupakan sebuah tempat wisata yang ikonik yang terletak di atas bumi tiga wilayah administrative yaitu Kabupaten Probolinggo, Malang dan Lumajang. Gunung aktif dengan tinggi 2.392 meter, dikelilingi oleh hamparan pasir, serta pemandangan matahari terbit yang spektakular membuat Gunung Bromo memiliki daya tarik tersendiri bagi sejumlah wisatawan lokal maupun mancanegara. Jadi tidak salah apabila Gunung Bromo menjadi destinasi wisata unggulan yang dimiliki oleh Indonesia. Namun tidak lengkap rasanya apabila membahas Gunung Bromo tanpa mengenal penduduk asli yang hidup di sekitarnya, Suku Tengger. Berbeda dengan penduduk di Jawa Timur kebanyakan, Suku Tengger memiliki kepercayaan, bahasa, serta kebudayaan yang unik dan kontras. Tradisi yang berkembang di kalangan Suku Tengger berkaitan erat dengan Gunung Bromo. Bisa dikatakan, an...

(Review) Mile 22: Laga Panas dengan Plot Loyo namun Tetap Misterius

Pertamakali nonton Trailer Mile 22 di youtube, saya langsung excited untuk segera nonton di bioskop dan ini tidak hanya terjadi pada saya namun terjadi pada kebanyakan orang Indonesia lainnya karena keterlibatan aktor Indonesia dalam film Hollywood. Memang, bukan yang pertama kali aktor Indonesia terlibat dalam proyek Hollywood. Namun, film Mile 22 ini merupakan yang pertama kali menempatkan aktor Indonesia dalam leading role keduanya setelah Mark Wahlberg. Awalnya saya hunting ticket nonton Mile 22 di Surabaya. Ternyata ticketnya full-booked hanya tersisa di Grand City Surabaya dan di posisi tempat duduk yang kurang strategis alias di raw depan, sedikit kecewa, tapi karena sudah kebelet nonton dan penasaran sama filmnya akhirnya dibeli juga itu tiket sisa. Nah kawan, kalau begitu sekarang kita fokus sama cerita di filmnya ya. Dok. STX Films Ketika nonton pertamakali yang disuguhkan adalah alur maju mundur (bingung sih hehehe). Cerita yang ditampilkan seakan meny...

VIRUS VENEZUELA: HARUSKAH BANGSA INDONESIA MENGALAMI HAL SERUPA?

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada Bapak Yuda yang sudah memposting tulisan ini di Facebook yang juga memperoleh dari sumber lain. Saya posting di blog ini selain sebagai koleksi juga yang tidak kalah penting adalah pengingat bagi kita semua agar tetap bekerja keras, disiplin, mandiri dan produktif tanpa harus bergantung penuh kepada pemerintah. Sebelum kehancuran itu menjadi keniscayaan. SELAMAT MEMBACA...! Memahami ekonomi suatu negara sebenarnya tidak susah-susah amat. Rumusnya sederhana. Mereka yang malas dan tidak produktif, meski terlahir kaya-raya, sekali waktu akan jatuh miskin. Sebaliknya, mereka yang awalnya miskin, bisa menjadi kaya raya. Asalkan dengan kerja keras dan hidup produktif. Saat berita jatuhnya ekonomi Venezuela disertai melambungnya harga-harga barang tayang di berbagai media, saya kebetulan sedang di Kota Surgut. Tepatnya di Provinsi Khanty Mansi, Siberia bagian barat, tiga jam perjalanan dari Kota Moskow, Rusia. Kota yang dulunya kaya minyak...