Langsung ke konten utama

Postingan

JIKA (UNTUKMU IBU)

Jika kita mengira semua kesuksesan yang diperoleh adalah hasil dari jerih payah kita semata Jika kita mengira masa depan hanya sekedar mengejar bahagia Benarkah definisi bahagia kita atau hanya fatamorgana? Jika dan maka pernahkah kita berpikir sosok berharga yang paling berperan dalam menuntun kita untuk menggapai itu semua? Yang karenanya tak selalu hadir secara fisik membantu mengerjakan tugas-tugas Lantas kita berhak mengacuhkan balas? Yang mengorbankan jiwa raga untuk kehidupan kita anak tersayangnya Ia adalah IBU Ummi Madrasatul Ula Sekolah dan Pendidikan pertama setiap hamba Keberhasilan sebuah cita karena cintanya Kualitas dan totalitasnya berbuah kesuksesan Do'a dan air matanya hanya untuk buah hatinya Tangisan lirih meminta kepada Tuhan semata bahkan bukan untuk dirinya melainkan untuk kita Pelita jiwanya. Kasih Ibu tak bertepi dan tak tergantikan Cinta anak dibatasi oleh kesibukan dan pencapaian  Tak jarang kita melawan dan mengacuhkan...

SYURGA DUNIAKU

Hujan lebat mengguyur perjalananku Saat ku putuskan menerjang malam ditemani sang hitam Surabaya, Pasuruan dan Probolinggo saksi gemercik air membasahi Kantuk, Lelah dan Penat mulai menguasai Namun air hujan tak membiarkan itu terjadi Bentar yang padat kendaraan mengantri Seorang Bapak terjatuh dari sepeda motor Beberapa jirigen BBM nampak berhambur di jalanan licin dan berlumpur Ya, karena pengendara kecil seperti kami tak lepas dari diskriminasi badan besar roda empat yang egois Banyak lewat dan hanya melihat Akupun tak kuat hanya menatap Kuputuskan menghentikan sang hitam dan berbuat. Roda sang hitam terus menyusuri tepi yang tak kenal sepi Sampai terhenyak pandangan menatap Tersaji Roda dua yang tersayat selepas dimangsa pelari cepat beroda empat Mataku memburu siapa pengendali yang terlibat Mataku tertegun menatap sesosok jasad tergeletak Kembang kempis nafas terlepas Hanya harap semoga masih ada esok yang didapat Paiton berdarah Di belahan bumi neger...

SELF

Oleh Mujiburrohman Kalamu hadir dalam alpaku Rasa yang tersimpan dalam sembilu Tak mampu daya beradu Karenanya bayangan semu . Asa itu pergi datang kembali Riak menyeruak dalam bait hati Diri yang aku sendiri tak mengerti Apakah diri adalah aku? . Buih di ruang luas terus menyeru Mengejar berkejaran lepas buas Apa dan bagaimana diri seharusnya nampak dan bergerak Seakan diri tak lagi dirinya sendiri . Haruskah diri berkamuflase hati Atau diri berdiri tegak di atas pribadi yang hakiki? . Paiton, 16 Desember 2018 . #mujiburrohman #MujibAdventures  

GURU (BUKAN) PAHLAWAN TANPA TANDA JASA?

Masihkah relevan sebuah slogan yang menyebutkan "Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa" atau mungkin masih banyak diantara kita misintrepretasi slogan ini.  Sebelumnya apa yang kita pahami arti seorang guru?  Sederhananya guru adalah seorang pengajar yang mentransfer ilmunya kepada anak didiknya. Namun ada juga yang mendefinisikan bahwa guru itu "digugu lan ditiru" (dipercaya dan diikuti).  Faktanya dewasa ini tidak semua guru dapat dipercaya dan ditauladani. Tidak sedikit guru yang cacat moral dan spiritual seiring dengan perkembangan zaman, teknologi dan informasi dimana guru kita dengan mudahnya terekspos pada hal negatif di dunia maya yang dapat membentuk pribadinya. Karena tidak hanya anak didik kita yang "vulnerable" atas perkembangan zaman, termasuk juga guru didalamnya.  Tidak semua yang menjadi guru karena atas dasar panggilan hati dan jiwanya.  Berdasarkan konteks yang saya pahami guru terbagi menjadi tiga dilihat da...

Renungan Maulid Nabi Muhammad SAW

Ya Nabi Keselamatan atas engkau Wahai sang utusan Keselamatan atas engkau Wahai sang kekasih Allah Keselamatan atas engkau Aku tertunduk malu atas kesombongan diri Yang lalai dan lelah mengikuti jejakmu Acapkali merasa berat dan penat Tak jarang merasa hebat dan kuat Atas apa yang Dia titipkan Hanya sekedar titipan! Harga diri dibeli demi sebuah citra diri Haus akan Jabatan dan kekuasaan Yang hakekatnya hanyalah fatamorgana Kami berlomba mengejar dunia! Ya Nabi Engkau terpuji bukan karena duniawi Engkau disegani bukan karena gengsi Engkau hadir membawa tauladan Al-Amin gelar yang disematkan Ya Nabi Engkau maksum namun tak lepas mohon ampun Engkau tak ujub tak pernah berhenti sujud Kami yang tak seberapa bahkan bermandi dosa Seringkali menunda bahkan lupa akan-Nya Akan perintah-Nya Akan larangan-Nya Betapa ringannya kami melangkah untuk kemaksiatan Sangat berat untuk kemaslahatan serta kebaikan Siapakah sebenarnya kami? Manusiakah? A...

LAILY FITRY : ISLAM YANG MALAS

"Islam yang Malas" by Laily Fitry  Ini thread berisi renungan saya tentang ekspresi keislaman Indonesia akhir-akhir ini. Terutama menyangkut kasus bendera hitam & kematian PMI Tuti Tursilawati di tangan Saudi Arabia. Apa itu Islam yang Malas/Islam Pemalas? Islam Pemalas adalah cara ber-Islam yang dilakukan oleh sebagian Muslim dg berlandaskan kepada garis perbedaan konfliktual antara 'kita' & 'mereka'. Terdapat beberapa ciri-ciri Islam Pemalas, diantaranya: 1. Ekspresi keIslaman yang hanya ditampakkan dalam praktek fiqh saja, namun melupakan praktek etisnya. Contoh, memelihara janggut dengan alasan sunnah namun kendor dalam menyuarakan keadilan sosial bagi semua. 2. Ekspresi keIslaman yang hanya muncul dalam simbolisasi namun absen dalam pembangunan makna yang substantif. Contoh, 'hijrah' yang hanya dimaknai sebagai mengonsumsi produk 'halal' & berpakaian 'syar'i' namun terlupakan makna asal ...

'Kitab' Sutasoma, Asal Muasal 'Bhinneka Tunggal Ika'

Kakawin Sutasoma - Indonesia Space Research Mungkin masih banyak di antara kita yang belum mengenal betul asal muasal Bhinneka Tunggal Ika, sebuah slogan yang fenomenal dan selalu menjadi rujukan serta pengingat kita untuk tetap bersatu dalam keberagaman bangsa ini. Dalam artikel kali ini, saya telah mengutip dari berbagai referensi yang mengupas tentang Asal Muasal Bhinneka Tunggal Ika. Enjoy Reading Everyone...! Indonesia punya semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' yang memiliki arti 'berbeda-beda tetapi tetap satu'. Semboyan itu menjadi moto bangsa Indonesia yang melambangkan persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Sebenarnya frasa 'Bhinneka Tunggal Ika' telah tercipta jauh sebelum Indonesia merdeka. Bahkan penciptanya pun bukan seorang pejuang kemerdekaan. 'Bhinneka Tunggal Ika' adalah sebuah frasa yang terdapat dalam Kakawin Sutasoma. Kakawin sendiri berarti syair dengan bahasa Jawa kuno. Kakawin Sutasoma merupakan karangan Mpu T...